Ilustrasi(gambar/okezone.com) NGANJUK (POROSRIAU.COM)--Seorang guru mengaji di Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk berinisial Am (38) jadi omongan warga. Pasalnya, ada viral video tentang ulah mesum Am bersama santriwati -sebut saja Bunga - yang masih bocah. Video itu sudah beredar di ponsel-ponsel warga Nganjuk sejak Senin lalu (18/9). Agartak larut di kenangan masa lalu, saya segera mencari catatan di bulan Februari. Sayang, tak ada yang patut di ekspos. Lompat ke 2009, sama saja. Bahkan catatan Februari saya di tahun ini lebih sedikit. Hingga halaman penghabisan, saya tidak menemukan apa yang layak diceritakan kembali sebagai kenangan Februari. 1947di Kalahiang, dari keluarga yang taat beragama. (Guru, Red.) dan berkhidmah pada umat. Santri adalah sosok yang berani meninggalkan kampung halaman serta orang tua untuk menuntut ilmu Tibalahgiliran santri muda yang tak berhasil memotong ayam. Ia menundukkan kepalanya, malu karena tak dapat menjalankan perintah guru, “Aku membawa ayam ke rumahku. Tapi di rumahku tak ada tempat di mana Dia tak melihatku. Aku pergi ke hutan lebat, tapi Dia masih bersamaku. Bahkan di tengah gua yang teramat gelap, Dia masih menemaniku. Terbongkar fakta baru terkait santriwati yang diperkosa oleh gurunya di pesantren.Sang guru santriwati bernama Herry Wirawan (36) ternyata tidak 12 orang. Fakta teranyar menyebutkan bahwa santri yang jadi korban pencabulan ada 21 orang.. Aksi bejad Ustad cabul Herry Wirawan yang memperkosa total 21 santriwatinya membuat publik tidak AbuHurairah berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Seandainya aku disana, niscaya aku tunjukkan makamnya kepada kalian yang berada di sisi jalan di dataran berpasir merah yang bergelombang”. Dalam riwayat Muslim, “Malaikat maut mendatangi Nabi Musa dan berkata, ‘ Jawablah panggilan Tuhanmu ’. HikmahTaat pada Guru | Taat pada guru merupakan kewajiban bagi seorang murid. Dalam sebuah hikayat, Syaikh Kholil Bangkalan–yang termasuk guru besar pada . Buku Sold Out? Hubungi Kami di 019-2678913. NEWSLETTER; CONTACT US; FAQs; Buku Sold Out? Hubungi Kami di 019-2678913. Select category Postedon Agustus 14, 2015 Agustus 14, 2015 by Santri Admin Kyai Haji Mohammad Hasyim Asy’ari, bagian belakangnya juga sering dieja Asy’ari atau Ashari, lahir 10 April 1875 (24 Dzulqaidah 1287H) dan wafat pada 25 Juli 1947; dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang, adalah pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam yang terbesar di Indonesia. Beragamadan Bernegara. Menjalankan ajaran agama tak membuat kita lupa akan kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika pun ada yang membenturkan antara kehidupan beragama dan bernegara, anggap saja sedang ada titisan Snouck Hurgronje sedang menjalankan kepentingan â kotorâ -nya di masa kini. Sejatinya, bernegara merupakan bagian dari aktivitas Berikutbeberapa sifatnya yang bisa Anda jadikan teladan saat bergaul dengan masyarakat: 1. Utsman bin Affan Adalah Sosok yang Dermawan. Kisah abadi Utsman bin Affan mewakafkan sumur adalah bukti sifat kedermawanannya pada harta. Jika dikonversi ke dalam rupiah, nilai kekayaannya mencapai Rp .000. YiAilO. Banyak yang tidak menyangka bahwa kehadiran guru saat santri membaca Al-Qur'an sangatlah penting. Selain ada faedah râbithah dan murâqabah ikatan dan kedekatan emosional, juga ada faedah lain, yakni tentu saja mengoreksi apakah cara membaca santri sudah benar atau belum. Ini lebih dari sekadar tentang ilmu ucap melainkan juga ilmu ketika, seorang guru menegur muridnya yang sedang membaca Al-Qur’an sambil tiduran. Sebenarnya, sang murid membacanya bil ghaib alias dengan teknik hafalan. Diam-diam ia membaca dan hanya sesekali mengeraskan suaranya agar pas dan sesuai dengan makhraj. Tak disangka, sang guru mengetahui. Ia mengambil serban lalu memukul sang murid dengan pukulan kasih sayang."Kang, sampeyan baca Al-Qur’an itu memang bernilai ibadah. Tapi apa sampeyan nggak ingat, bahwa Rasulullah SAW itu tidak pernah menerima wahyu sambil tiduran seperti sampeyan itu."Mak deg dalam hati Sang Murid. "Kalau membaca Al-Qur'an itu, bacalah seolah sampeyan membaca di hadapan guru yang menunjukkan. Kamu akan terjaga dari sikap tidak memuliakan wahyu Allah," sang guru melanjutkan"Kalau murid sudah berani hilang adab saat dia sedang disimak guru dalam tingkah ghaib, bagaimana mungkin ia bisa menjaga adab dalam tingkah ghaib di hadapan Rasulullah? Sampeyan tidak pernah melihat beliau. Sampeyan juga tidak pernah hadlir di majelis beliau. Tentu akan lebih mudah bagimu untuk berpaling dari pengawasan beliau."Jedeeerrrr... Seolah apa yang disampaikan Sang Guru ibarat petir yang menyambar di relung hati terdalam dari murid. Tak terasa air matanya menetes. Peluh di sekujur tubuh mulai keluar, dingin, disambut semriwing angin yang menerpa badan. "Wahyu Allah itu turun sebagai petunjuk bagi umat. Ibarat sampeyan ditunjukkan oleh seseorang, kemudian sampeyan bersikap tanpa adab dengan orang yang menunjukkan, apakah sampeyan sudah siap untuk ditinggalkan oleh orang yang menunjukkan itu? Begitulah hendaknya sang murid beradab saat Allah SWT, tunjukkan lewat bulir-bulir kalam ilahi itu. Sikapnya terhadap kalam ilahi adalah cermin kesiapannya untuk diabaikan atau diterimanya ia," sambung sang guru sambil menunjuk ke muka sang murid langsung tersungkur. Kepalanya bersujud, air matanya tumpah. Sambil berbisik ia mengucap, "Astaghfirullahl 'adhim. Hamba tobat, Gusti. Mulai saat ini, hamba berjanji tak akan mengulangi lagi sikap hamba yang kurang adab itu. Ampuni kesalahan hamba, Gusti!" Tangis tersedu-sedu sang murid memecah kesunyian. Lalu tiba-tiba sesosok tangan menyolek-nyolek dengan suara lembut, "Mas... Mas.... Bangun! Waktunya sahur. Jenengan kok keringetan. Lagi masuk angin, ya?"Terkesiap, sang murid itu duduk. "Eh... cuma mimpi ya? Tapi seolah nyata sekali, seperti dalam situasi di gothakan kamar-ku dulu waktu di Pondok. Ah, sang guru hadir dalam mimpiku, masih menjaga adab dan sikapku. Untuk beliau teriring doa, al-Fatihah!"Lalu sang murid beranjak ke kamar mandi. Ambil wudhu, lalu mendekati istri yang sudah menyiapkan santap sahur dan menunggu kehadirannya. "Bismillahirrahmanirrahim..."Ustadz Muhammad Syamsudin, Pengasuh Pondok Pesantren Hasan Jufri Putri, Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur======NU Online mengajak kepada pembaca semua untuk berbagi kisah inspiratif penuh hikmah baik tentang diri sendiri atau orang lain. Silakan kirim ke email redaksi 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID NU-hgIK8jkt5zFa_fQSqlVckQrKwfdYZCn1ijn2_8V7RuwoG2noezg==