Tetapi untuk instalasi motor listrik, nilai 125% dalam penentuan nilai KHA terus menerus kabel adalah suatu standar khusus yang harus dipatuhi. (lihat poin pada PUIL 2011 halaman 51 yang berbunyi " KHA kabel (Iz) sesuai 510.5.3.1 adalah 125 % arus pengenal beban penuh motor (IB).
Karenasebuah kabel memiliki kemampuan kapasitas maksimumnya dalam menghantarkan arus listrik. Kemampuan maksimum kabel dalam menghantarkan arus listrik ini dinamakan dengan kapasitas hantar arus yang disingkat dengan KHA. KHA merupakan singkatan dari Kuat Hantar Arus, atau ada juga yang menyebutnya dengan sebutan Kemampuan Hantar Arus. Pengertian KHA
Teganganlistrik yang digunakan sebesar 220 V. Tentukan besarnya kapasitas hantar arus (KHA) dan luas penampang kabel NYA yang tepat untuk dipasang. Jawaban : Diketahui : P = 3500 watt. V = 220 V. Cos Phi = 0,85. Ditanyakan : KHA dan luas penampang kabel : ? Penyelesaian . I = P / (V x Cos Phi) = 3500 / (220 x 0,85) = 18,716 A. KHA = 125 % x I = 125 % x 18,716
SupremeUkuran kabel dan batas pemakaian yang aman menurut pengalaman; 1.Kbel 1,5 mm=1300watt/6A 2.Kbel 2,5mm=2500watt/10A-16A 3.Kbel 4mm=5000watt/25A-32A 4.Kbel 6mm=7000watt/32A-40A 5.Kbel 10mm=10.000watt/ pemakaian kabel selalu menggunakan conduit/pipa paralon (PVC) untuk lebih aman dan menghindari gigitan tikus.
Konduktoradalah media untuk tempat mengalirkan arus listrik dari Pembangkit ke Gardu induk atau dari GI ke GI lainnya, yang terentang lewat tower-tower. Penampang dan jumlah konduktor disesuaikan dengan kapasitas daya yang akan disalurkan, sedangkan jarak antar kawat fasa maupun kawat berkas disesuaikan dengan tegangan operasinya
mcbkabel dan beban daya listrik di rumah halaman 2, cara pemilihan kabel listrik yang sesuai kebutuhan, cara praktis teori rumus perhitungan listrik ngabidin, rumus dasar elektro berbagi ilmu, ipa 9 ktsp bab 9 arus listrik energi dan daya listrik, penggunaan pengaman listrik untuk arus lebih teknik, menghitung luas penampang kabel 4 / 5
Sepertiyang kita ketahui bersama bahwa fungsi sebuah kabel listrik adalah untuk menghantarkan arus listrik dari sumber listrik menuju beban daya suatu alat listrik. Yang dimaksud dengan ukuran kabel lisrik adalah luas penampang kabel. Sehingga setiap ukuran kabel listrik akan menggunakan satuan mm 2 . Mengapa menggunakan ukuran kabel yang tepat sangat penting ? karena kesalahan dalam penentuan ukuran kabel dapat menyebabkan resiko yang fatal.
Sebagaiorang listrik yang berhubungan dengan pengkabelan, setidaknya kita perlu tahu berapa kapasitas arus dari suatu penampang kabel tertentu.Sehingga bisa dengan mudah menentukan ukuran kabel yang sesuai. Terlalu kecil berbahaya, bisa kabel panas atau yang lebih parah sampai terbakar. Kalau terlalu besar juga sayang, kabel kan mahal, belum
MENENTUKANJENIS DAN UKURAN KABEL LISTRIK Konsultan M E. Herysiregar Kabel Listrik Dan Kuat Hantar Arus. Tabel Kha Kabel Listrik Hungryhippo Org. Kabelmetal 2018 â€" Jual Kabel Listrik Telp 02129367298. Tabel Kabel Vs Amper Pdf Aerial Cables Overhead. Knowledge For Excellent Kabel Listrik Dan KHA. Tabel Daya Hantar Kabel Tembaga â€"
Berikuttabel untuk menghitung Kemampuan Hantar Arus (KHA)/Ampere dan ukuran penampang kabel, *) Sebagai contoh perhitungan ukuran kabel listrik 1 phase yang memiliki besaran daya listrik 100 ampere, maka dapat menggunakan kabel listrik dengan daya hantar arus lebih besar sekitar 125% dari 100 ampere. 125% x Arus Max. 125% x 100 Ampere = 125 Ampere
RJPRP. Bagaimana cara menentukan luas penampang kabel instalasi listrik untuk konsumsi listrik dirumah atau dipabrik anda? Untuk praktisi listrik pemula, pertanyaan ini akan kerap muncul ketika anda melakukan instalasi baru. Saya sendiri untuk kasus seperti ini biasanya cukup dengan katalog kapasitas hantar arus KHA kabel yang dipakai disesuaikan dengan perhitungan konsumsi listrik maksimum pada instalasi tersebut. KHA kabel harus diatas ampere listrik maksimum dari instalasi tersebut. Ternyata apa yang saya lakukan dalam penentuan luas penampang kabel tidaklah sesederhana itu meskipun tidak full salah 100 persen ya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi penentuan luas penampang dari kabel atau penghantar instalasi diantaranya adalah tegangan kerja, jenis beban listrik, jenis isolasi penghantar, penempatan penghantar dan suhu ambien tempat penghantar tersebut terinstalasi. Mari kita bahas berdasakan standar listrik terupdate Indonesia saat tulisan ini dibuat yakni SNI PUIL 2011 yang pada dasarnya merujuk pula pada standar listrik internasional yang ada. Pembahasan saya batasi untuk nilai KHA pada tegangan kerja 230/400 300V sampai dengan max. Untuk tegangan kerja diluar range tersebut pada PUIL 2011 tidak tercantum, silahkan anda berkonsultasi dengan pihak produsen kabel, biasanya pada katalog kabel sudah dicantumkan. Tabel KHA Kapasitas Hantar Arus kabel / penghantar Hal penting yang harus anda kuasai dalam penentuan luas penampang kabel adalah memahami pembacaan tabel KHA terus menerus yang terdapat pada PUIL 2011. Disini saya akan membatasi jenis kabel yang paling umum sering digunakan dalam instalasi tegangan rendah yaitu NYA kabel tembaga pejal berinti tunggal, kabel NYM kabel tembaga pejal berinti 3 atau lebih dan kabel NYY mewakili kabel yang sering digunakan untuk instalasi outdoor atau instalasi daya motor listrik. Simpanlah tabel dibawah ini sebagai panduan untuk anda agar tidak salah menentukan luas penampang kabel dalam perencanaan instalasi. Tabel saya ambil dari sumber SNI yang berlaku saat ini yaitu PUIL 2011 amandemen 1 tahun 2013 a. KHA Kabel NYA dan sejenisnya Tabel KHA kabel NYA dan sejenisnya b. KHA Kabel NYM dan sejenisnya Tabel KHA kabel NYM dan sejenisnya c. KHA Kabel NYY dan sejenisnya Tabel KHA kabel NYY dan sejenisnya Dari 3 tabel diatas saya akan memberikan contoh sederhana bagaimana cara membaca tabel KHA Kasus Sebagai seorang praktisi listrik anda sudah mulai merencanakan suatu instalasi dimana perhitungan beban listrik yang anda laksanakan ternyata ada pada angka 20 Ampere. Pemilihan kabel instalasi sudah anda tentukan yaitu kabel jenis NYM. Berapakah luas penampang kabel NYM yang akan anda pilih?Penyelesaian Lihat kembali pada tabel KHA kabel NYM diatas apakah ada angka KHA 20 Ampere? Jika tidak ada bulatkan angka 20 Ampere ini ke nilai KHA diatasnya jangan pembulatan ke angka dibawahnya, sangat beresiko. Berarti anda akan membulatkan nilai 20 Ampere ini ke nilai KHA 26 Ampere. Lihat pada tabel KHA kabel NYM kembali, pasangkan nilai KHA terus menerus 26 Ampere dengan luas penampang kabel pada kolom sebelah kirinya. Dari tabel KHA kabel NYM tersebut, maka untuk nilai KHA terus menerus 26 Ampere anda akan mendapatkan nilai luas penampang kabel yaitu 2,5 mm^2. Untuk penentuan KHA pengenal gawai proteksi serta hubungan KHA pengenal gawai proteksi terhadap KHA kabel serta nilai arus maksimum beban mudah-mudahan bisa saya ulas pada artikel selanjutnya. Saat ini anda cukup fokus pada cara penentuan luas penampang kabelnya saja agar didapatkan luas penampang kabel yang aman terhadap instalasi yang ada. Pada dasarnya persoalan kasus diatas sudah selesai seperti pada penyelesaian yang telah diuraikan diatas. Tetapi sebagai seorang perencana dan pelaksana instalasi listrik, anda boleh berimprovisasi dalam penentuan besaran luas penampang kabel yang berbeda selama tidak keluar dari koridor panduan tabel diatas. Sebagai contoh, karena anda memandang instalasi yang anda rancang kedepannya akan ada pertumbuhan beban yang banyak serta jarak kabel instalasi yang panjang, maka anda menentukan perhitungan KHA kabel dengan besaran persentase tertentu misalnya 125%. Sehingga dari arus beban yang anda hitung 20 Ampere maka KHA terus menerus anda kalikan dulu nilai 20 Ampere dengan 125% sehingga didapatkan KHA terus menerus yaitu 25 Ampere. Kalau anda merujuk pada tabel KHA kabel NYM diatas, nilai 25 Ampere bisa dibulatkan ke nilai 26 Ampere sehingga luas penampang kabel NYM yang diharapkan tetap pada nilai 2,5 mm^2. Sebagai catatan, nilai 125% ini pada sebuah instalasi cahaya / penerangan sebetulnya tidak ada acuan khusus, hanya improvisasi dan pertimbangan seorang perencana instalasi saja, jika anda mau menggunakan angka 130% misalnya, silahkan saja selama dapat dipertanggung jawabkan. Tetapi, untuk instalasi motor listrik, nilai 125% dalam penentuan nilai KHA terus menerus kabel adalah suatu standar khusus yang harus dipatuhi. lihat poin pada PUIL 2011 halaman 51 yang berbunyi "KHA kabel Iz sesuai adalah 125 % arus pengenal beban penuh motor IB.Menurut persamaan pada Ayat maka arus pengenal GPHP harus ≤ Iz,biasanya nilainya diantara IB dan Iz" Untuk instalasi motor secara khusus semoga bisa saya bahas pada artikel berikutnya. Cara berikutnya dalam menentukan luas penampang kabel ini selain instalasi motor listrik selain faktor kali dengan persentase tertentu adalah adalah dengan menaikan nilai luas penampang kabel atau KHA terus menerus kabel pada nilai satu tingkat diatasnya. Pada aplikasi dilapangan, saya banyak menemukan teknik seperti ini. Sebagai contoh, pada kasus diatas anda sudah menentukan nilai luas penampang kabel untuk perhitungan beban maksimum 20 Ampere adalah 2,5 mm^2. Dengan cara ini, maka penentuan luas penampang kabel tidak lagi diangka 2,5 mm^2 tetapi anda naikan satu tingkat diatasnya yaitu 4 mm^2 lihat kembali tabel KHA NYM diatas. Dengan begitu anda memiliki spare KHA terus menerus dengan total KHA di angka 34 Ampere, spare yang cukup luas untuk pengembangan instalasi kedepan tanpa mengganti kabel instalasi yang ada. Silahkan anda pilih teknik sesuai dengan kebutuhan anda. Untuk penentuan luas penampang kabel jenis yang lain bisa anda lakukan dengan cara yang sama seperti kasus yang dicontohkan diatas dengan tabel KHA yang sesuai dengan jenis kabel instalasi yang dipakai. Tabel faktor koreksi KHA Penentuan luas penampang kabel berdasarkan tabel KHA diatas adalah pada kondisi ideal yaitu pada suhu ambien atau suhu sekitar penghantar pada nilai 30 deg C. Untuk kondisi suhu yang panas diatas 30 deg C, anda harus memasukan nilai faktor koreksi dalam penentuan KHA terus menerus kabel. Semakin panas suhu lingkungan sekitar kabel, maka semakin tinggi nilai penurunan KHA sebuah kabel atau penghantar. Berikut ini adalah tabel faktor koreksi yang bisa anda jadikan panduan yang bersumber dari PUIL 2011 amandemen 1 tahun 2013. Tabel faktor koreksi KHA kabel Untuk kabel NYA, NYM ataupun NYY merupakan kabel berinsulasi PVC, anda bisa lihat tabel diatas pada kolom ke 3. Contoh kasus Kasus yang sama seperti persoalan sebelumnya diatas yaitu penentuan luas penampang kabel pada beban maksimum 20 Ampere menggunakan kabel NYM, tetapi lingkungan instalasi berada pada suhu ambien 40 deg C. Penyelesaian Anda harus mulai menghitung KHA dengan memperhatikan tabel faktor koreksi diatas. Untuk KHA terus menerus 20 Ampere pada kondisi normal yaitu suhu ambien 30 deg C, maka didapatkan luas penampang 2,5 mm^2. Maka pada suhu ambien 40 deg C nilai KHA menerus pada tabel dikalikan faktor koreksi terlebih dahulu yaitu 87% lihat tabel koreksi diatas pada 35 deg C < t <=40 deg C didapatkan faktor koreksi pada kolom bahan insulasi PVC 87%. Maka, nilai KHA 26 Ampere pada tabel KHA kabel NYM, pada suhu 40 deg C akan mengalami penurunan menjadi 87% x 26 A = 22,62 A. Karena beban maksimun perhitungan sebelumnya adalah 20 Ampere maka pada suhu 40 deg C luas penampang 2,5 mm^2 masih layak digunakan dengan kemampuan KHA terus menerus sebesar 22,62 Ampere. Andai saja perhitungan beban maksimum anda sebelumnya ada pada nilai 24 Ampere misalnya, maka pada suhu 40 deg C anda harus menggunakan kabel NYM dengan luas penampang satu tingkat diatas suhu ambien 30 deg C yaitu 4 mm^2. Untuk improvisasi nilai luas penampang kabel NYM pada suhu 40 deg C ini caranya hampir sama dengan contoh sebelumnya, hanya saja nilai KHA kabel terus menerus pada tabel anda turunkan menjadi 87% dari nilai sebenarnya terlebih dahulu. Demikianlah artikel singkat tentang sekilas penentuan luas penampang kabel instalasi listrik sesuai PUIL 2011, semoga menjadi petunjuk yang bermanfaat bagi anda, saran, koreksi dan masukan silahkan meninggalkan jejak pada kolom komentar yang sudah disediakan. Wassalam.. Pustaka - SNI 02252011 PUIL 2011 - SNI 02252011/Amd 12013
Di dalam perencanaan instalasi listrik pasti kita dihadapkan kepada banyak pertanyaan misalnya berapa ukuran kabel yang akan kita gunakan? Jenis kabel apa yang akan dipakai? Untuk pembahasan jenis-jenis kabel pada instalasi listrik Klik disini . Untuk penentuan ukuran kabel pertama kita harus tahu dulu berapa daya beban listrik yang nantinya akan dilayani oleh kabel tersebut. Misalnya kita memiliki 1 buah AC daya 1 PK nah berapa ukuran kabel yang akan kita gunakan? Kita harus hitung berapa besar arus listrik yang diperlukan oleh AC 1 PK tersebut, Maka kita hitung 1 PK = 746 watt Tegangan = 220 V cos phi = 0,8 Maka arus yang diperlukan adalah 746 watt/220 volt x0,8 = 4,2 Ampere. Maka disini kita bisa menggunakan kabel NYM 3×1,5 mm². Dari mana kita bisa memutuskan ukuran kabel 1,5 mm² cukup untuk melayani mesin AC 1 PK? Itu karena saya melihat ke tabel Kemampuan Hantar Arus kabel KHA kabel seperti terlihat di bawah ini. Gambar Tabel KHA Dari tabel diketahui kemampuan hantar arus kabel ukuran 1,5 mm² adalah sampai 18 Ampere. Dengan demikian karena AC 1 PK membutuhkan arus 4,2 A maka dapat digunakan kabel 1,5 mm² karena kabel akan mampu melayani arus sebesar 4,2A. Dalam menentukan ukuran kabel harus diperhitungkan juga kerugian tegangan sepanjang kabel tersebut untuk instalasi tenaga kerugian tegangan maksimal 5%. Misalnya kita memutuskan untuk menggunakan kabel 1,5 mm² ini untuk pemasangan satu buah AC 1 PK. Sebelum dilakukan pemasangan kabel tersebut pertanyaannya adalah berapa panjang maksimal kabel yang bisa digunakan agar rugi tegangan sepanjang kabel tidak melebihi rugi tegangan yang diperbolehkan oleh PUIL yaitu paling tinggi 5% untuk instalasi tenaga atau 2% untuk instalasi penerangan. Tentunya kita harus melakukan perhitungan rugi tegangan tersebut. Caranya sebagai berikut Karena ini adalah instalasi tenaga kita gunakan rugi tegangan 5%, jadi 220 x 5% = 11 volt nah dalam hal ini kalau kabel dipasang untuk melayani AC 1 PK ini maka tegangan di ujung kabel tidak boleh kurang dari 220-11 =209 volt. Apabila tegangan di ujung kabel kurang dari harga 209 volt maka langkah yang harus dilakukan adalah panjang lintasan kabel harus diefektifkan, tetapi kalau tidak bisa ukuran kabel kita ganti dengan yang lebih besar misalnya 2,5 mm². Pertanyaannya berapa panjang kabel maksimal yang diperbolehkan untuk kabel tersebut di atas. Cara perhitungannya adalah L = S x Ur/2 I rho cos phi Keterangan L = Panjang kabel m S = Luas penampang kabel mm² Ur = Rugi tegangan untuk instalasi tenaga 5% Volt I = Arus listrik Ampere cos phi = faktor kerja kita tentukan 0,8 tergantung jenis beban Rho tembaga = 17,32 ohm mm² /km = 0,01732 ohm mm² /m Jadi L = S x Ur/2 I rho cos phi = 1,5 x 11/2 x 4,2 x 0,01732 x 0,8 = 16,5 /0,1163904=142meter. Jadi panjang maksimal kabel yaitu 142 m rugi tegangan 5%. Latihan 1. Jika AC 1 pk yang akan kita pasang itu sebanyak 2 buah maka berapa panjang maksimal kabel yang diperbolehkan agar kerugian tegangan tidak lebih dari 5 persen. 2. Jika jumlah AC 1 PK yang harus kita pasang sebanyak 4 buah berapa ukuran kabel yang akan kita pakai jelaskan alasannya. Hitung juga berapa panjang kabel maksimal yang diperbolehkan.
100% found this document useful 3 votes5K views14 pagesDescriptiontabel perbandingan penampang kabel, jenis kabel dan kuat arus listrik yang dialiri untuk instalasiCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsPDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 3 votes5K views14 pagesData Penampang KabelDescriptiontabel perbandingan penampang kabel, jenis kabel dan kuat arus listrik yang dialiri untuk instalasiFull descriptionJump to Page You are on page 1of 14 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 12 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.