Hal inilah yang mendorong peneliti untuk melakuan penelitian tentang puisi-puisi berjudul Doa karya Sanusi Pane, Amir Hamzah, Chairil Anwar, dan Taufik Ismail dengan objek penelitiannya adalah gambaran para penyair terhadap doa pada puisi- puisi yang ditulisnya. Tema : kemanusiaan. Melalui peristiwaatau tragedi yang digambarkan penyair dalam puisi ini berusaha meyakinkan ketinggian martabat manusia, oleh kerena itu manusia harus dihargai. Kutipan :" Dengan puisi aku mengutuk. Nafas zaman yang busuk. Dengan puisi aku berdoa. Perkenankanlah kiranya". Makna kias. "Dengan puisi aku menangis. Makna Puisi "Dengan Puisi, Aku" Karya Taufik Ismail Kompas.com - 29/04/2023, 09:00 WIB Vanya Karunia Mulia Putri Penulis 2 Lihat Foto Puisi Dengan Puisi, Aku mengisahkan perasaan yang dialami penyair ketika membuat puisi. Karena puisi merupakan media penyaluran ekspresi seseorang. (KOMPAS.com/Vanya Karunia Mulia Putri) Cari soal sekolah lainnya Mengungkap Makna di Balik Puisi-Puisi Karya Taufik Ismail Juni 7, 2023 Puisi Karya Taufik Ismail - Siapa yang tidak mengenal sosok aktivis, sastrawan dan penyair terkenal bernama Taufik ismail? Puisi-puisi sang pujangga, selalu memiliki pesan-pesan moral yang mendalam. TRIBUNJATENG.COM - Berikut puisi Doa Taufik Ismail. 1966. Tuhan kami. Telah nista kami dalam dosa bersama. Bertahun membangun kultus ini. Dalam pikiran yang ganda. v Nama penulis puisi : Taufiq Ismail. v Agama : Islam v Lahir : 25 Juni 1935, di Bukittinggi ยท Unsur nilai dalam cerita seperti ekonomi, politik, sosial, adat-istiadat, budaya, dan lain-lain. ยท Unsur kemasyarakatan, yaitu situasi sosial ketika puisi itu dibuat. Taufik Ismail adalah salah satu penyair legendaris yang lahir di Bukittinggi pada tahun 1935. Puisi karya Taufik Ismail sarat akan nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas. Hal ini tidak mengherankan, mengingat Taufik hidup di masa saat kolonialisme masih berlangsung di Indonesia. Sebagai salah satu penyair yang terkenal di Indonesia, berikut ini contoh puisi karya Taufik Ismail dari pikiran dan idenya sangat tajam. Selain Sajadah Panjang, ada banyak puisi karya Taufik Ismail lainnya yang tidak kalah hebatnya. Dilansir dari buku Pembelajaran Puisi, Apresiasi dari Dalam Kelas (2020) oleh Supriyanto, salah satu puisi Taufiq Ismail yang populer adalah "Dengan Puisi, Aku". Dengan puisi, aku bernyanyi Sampai senja umurku nanti. Dengan puisi, aku ercinta Berbatas cakrawala. Dengan puisi, aku mengenang Keabadian yang akan datang. Baca juga: Makna Puisi Perbandingan Teks Puisi "Doa" karya Taufiq Ismail dengan Puisi "Surat Jibril III" karya Maftuhah Jakfar pada Pekan Kebudayaan Nasional 2023 Ruang Tamu Pekan Kebudayaan Nasional 2023 akan diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang akan berkolaborasi dengan Kemendikbudristek. w8z6fnp.